LOMBOK TENGAH, iNews.id - Sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari sakit perut, muntah hingga pusing dan harus mendapat penanganan di sejumlah puskesmas.
Satu per satu siswa dilarikan menggunakan ambulans ke fasilitas kesehatan terdekat. Mereka berasal dari beberapa sekolah di Kecamatan Batukliang dan diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Data Dinas Kesehatan Lombok Tengah mencatat, 144 siswa dibawa ke Puskesmas Pringgarata, 124 siswa ke Puskesmas Aik Darek, 67 siswa ke Puskesmas Mantang, dan 17 siswa lainnya ke Puskesmas Bagu.
"Dibawa ke sini dengan keluhan mual, muntah, pusing. Itu informasinya setelah ada makanan MBG," ujar Dokter Puskemas Pringgarata, Dessy Junianita.
Suasana di sekolah sempat ricuh ketika para orang tua datang melihat kondisi anak mereka. Sejumlah orang tua bahkan histeris hingga pingsan setelah mengetahui anaknya harus mendapat perawatan.
Ketua Yayasan Budi Sain Mangkleng, Khaerudin, mengklaim dugaan keracunan berkaitan dengan keterlambatan pemberian makanan MBG kepada siswa. Menurutnya, makanan yang seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WITA diberikan melewati waktu yang telah ditentukan.
Khaerudin menduga keterlambatan tersebut membuat makanan mengalami perubahan kondisi hingga tidak layak dikonsumsi.
"Yang sudah diberikan sudah ditentukan jamnya jam sembilan harus dimakan, namun ada sebagian sekolah yang terlambat memberikan sehingga terjadilah basi," ucap Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling, Khaerudin.
Satgas Program MBG Lombok Tengah mengatakan, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi, khususnya terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Kedul di Desa Mekar Bersatu yang berada di bawah Yayasan Budi Sain Mangkleng.
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai prosedur keamanan pangan.
"Kalau memang ini dirasa sudah cukup fatal, kemungkinan akan di- suspend," ujar Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Rinjani.
Sementara itu, berdasarkan hasil observasi medis tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas, ratusan siswa yang sebelumnya mendapat penanganan telah diperbolehkan pulang. Kondisi mereka akan tetap dipantau setelah menjalani pemeriksaan medis.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait