LOMBOK TENGAH, iNews.id - Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai bangkit setelah dilanda kebakaran. Warga setempat kembali membangun rumah adat yang sebelumnya hangus terbakar melalui prosesi adat Nyemulak.
Prosesi Nyemulak menjadi tanda dimulainya pembangunan kembali rumah warga dengan penanaman tiang pertama. Kegiatan tersebut dilakukan hampir dua pekan setelah kebakaran melanda kawasan adat yang menjadi salah satu destinasi wisata budaya Lombok.
Warga Kampung Adat Sade mulai menyiapkan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari bambu hingga material lain untuk mendirikan kembali rumah yang rusak akibat kebakaran.
Sebelum pembangunan dimulai, tokoh adat terlebih dahulu menentukan hari baik. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar proses pembangunan berjalan lancar dan masyarakat diberikan keselamatan.
Warga Sade, Sadib, mengatakan pembangunan kembali rumah dilakukan secara gotong royong. Dengan kerja sama masyarakat, proses pembangunan diperkirakan dapat selesai dalam waktu singkat.
"Peletakan batu pertama mulai hari ini. Yang ditanam tiang delapan, kami pasang bambu. Waktu pembangunan bisa 2 minggu asal gotong royong," ujarnya, Kamis (3/9/2026).
Tokoh adat Sade, Tambun, juga menyampaikan doa agar proses pemulihan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
"Kita doakan selamat, lancar ekonomi," katanya.
Pembangunan kembali Kampung Adat Sade menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas masyarakat sekaligus memulihkan sektor wisata yang sempat terdampak akibat kebakaran.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan museum di kawasan tersebut. Museum itu nantinya menjadi tempat menyimpan cerita dan sejarah Kampung Adat Sade agar dapat dikenal generasi mendatang.
"Nanti akan dibangun museum di sini supaya kita tidak lupa story tersebut. Itulah sebabnya, apa yang menjadi story telling masyarakat akan disimpan di museum ini agar bisa diketahui generasi di masa mendatang," katanya.
Meski pembangunan kembali mulai berjalan, warga masih menghadapi kendala dalam mendapatkan sejumlah bahan bangunan tradisional, seperti bambu dan alang-alang untuk bagian atap rumah.
Pada tahap awal, pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan museum semi permanen. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas masyarakat kembali berjalan sekaligus mendorong pergerakan pariwisata di Kampung Adat Sade.
Dengan semangat gotong royong, warga berharap Kampung Adat Sade dapat segera pulih dan kembali menjadi tujuan wisata budaya yang dikenal luas.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait