LOMBOK BARAT, iNews.id – Di tengah suasana duka, kisah perjuangan menyelamatkan nyawa terjadi pada balita bernama Sintia (8) dan adiknya, bayi Alfaro dalam tragedi kebekaran KM Putri Yasmin di Lombok Barat, NTB.
Orang tua korban, Agus dan Sintiya menceritakan detik-detik mencekam saat api membakar kapal.
Dalam kondisi panik, mereka sempat salah mengambil jaket pelampung (life jacket) dewasa yang tertukar dengan ukuran anak-anak, sehingga membuat sang anak sulit dipegang di tengah gulungan ombak.
Beruntung, pelampung tersebut tetap bisa dipasangkan hingga bayi Alfaro berhasil bertahan hidup dan dievakuasi selamat.
"Saat kejadian sangat panik. Pelampung sempat tertukar ukurannya jadi agak sulit memegang anak-anak, tapi alhamdulillah pelampung itu tetap bisa menahan tubuh bayi kami Alfaro sampai bantuan datang," tutur ayah korban, Agus, di RSUD Patuh Patut Patju (Tripat) Gerung, Lobok Barat, NTB, Kamis (13/8/2026).
Agus Bersama kedua buah hati dan istri masih menjalani perawatan bersama puluhan korban selamat lainnya. Sejumlah korban harus mendapatkan perawatan intensif di ruang khusus.
Dari data medis terbaru, sebanyak 24 korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, 16 pasien masih menjalani perawatan intensif dan observasi ketat di ruang HCU, Kenanga, MNE, serta ruang pelayanan medis lainnya. Sementara sisanya telah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.
Para korban rata-rata mengalami dehidrasi berat, kram otot, rasa sakit di sekujur tubuh, serta trauma psikologis yang sangat mendalam akibat musibah tersebut.
Untuk menampung penanganan medis, tiga rumah sakit rujukan telah disiagakan, yakni RSUD Tripat Lombok Barat, RS H. Moh. Ruslan Mataram, dan RSUD Provinsi NTB.
Tim SAR Perluas Pencarian 5 Korban Hilang
General Manager (GM) ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, beserta jajarannya menyempatkan diri menjenguk para korban di rumah sakit sekaligus menyampaikan belasungkawa mendalam. Pihak ASDP turut memberikan bantuan penanganan untuk meringankan beban para korban.
ASDP juga terlibat aktif dalam proses evakuasi awal dengan mengerahkan Kapal Port Link II untuk membawa 35 korban selamat menuju Padangbai, Bali, serta menginstruksikan seluruh armada kapal ASDP melintasi rute tersebut untuk melakukan pemantauan.
"Kami menyampaikan duka cita mendalam dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh. ASDP menyiagakan seluruh kapal di lintasan untuk menyisir dan memantau jika masih ada korban yang belum ditemukan," ungkap GM ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto.
Hingga Kamis sore, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 212 orang, terdiri atas 200 penumpang dan 12 Anak ABK (Anak Buah Kapal).
Sementara itu, diduga masih ada lima orang korban yang hilang. Tim SAR gabungan terus memperluas area penyisiran dari titik lokasi terbakarnya KMP Putri Yasmin hingga radius enam mil laut yang mengarah ke Perairan Australia dan Samudera Hindia.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait