LOMBOK BARAT, iNews.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan lima orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (20/7/2026). Kelima orang tersebut diboyong dan tengah menjalani pemeriksaan maraton di Mako Brimob Polda NTB.
Belum diketahui peran kelima orang tersebut, namun diduga kuat terkait kasus dugaan korupsi pada proses tender Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta pengerjaan sejumlah proyek fisik di wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Selain menangkap lima orang, KPK juga menggeledah sejumlah ruangan vital di lingkungan Pemkab Lombok Barat di antaranya ruang kerja Bupati Lombok Barat, H Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dipasangi stiker bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK" lengkap dengan larangan melintas. Suasana di sekitar ruangan staf bupati tampak lengang.
Selain ruang kerja bupati, ruangan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) ditutup rapat dan dipasangi palang segel di pintu utamanya. Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) turut disterilkan dari aktivitas pegawai.
Saat penggeledahan berlangsung, beberapa anggota tim KPK tepergok masih berada di dalam area Kantor Dinas PUPRPKP. Didampingi Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas setempat, tim penyidik sempat memasuki ruang kerja sekretaris dinas untuk mengumpulkan barang bukti pendukung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat tiga titik lokasi utama di kompleks perkantoran Pemkab Lombok Barat yang dipasangi garis steril oleh tim penyidik.
Penyegelan menyasar ruang-ruang kerja pejabat pembuat komitmen dan penentu kebijakan daerah.
Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Akhmad Saikhu, membenarkan adanya tindakan penyegelan dari KPK.
"Kami membenarkan adanya penyegelan ruangan oleh KPK. Namun mengenai detail materi kasus yang melatarbelakangi penyegelan ruang kerja Bupati dan dinas teknis tersebut, kami belum mengetahui secara pasti," kata Akhmad Saikhu, Senin (20/7/2026).
Kendati sejumlah ruangan kepemimpinan dan dinas teknis dipasangi stiker penyegelan KPK, Akhmad Saikhu mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Ia menjamin roda pemerintahan dan pelayanan publik bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Barat dipastikan tetap berjalan normal seperti biasa.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait