Aksi Calo Donor Darah di RSUD Bima Terbongkar, Pasien Dimintai Bayar hingga Rp1 Juta
BIMA, iNews.id - Aksi para calo donor darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terbongkar. Para calo ini meminta keluarga pasien hingga Rp1 juta.
Direktur RSUD Bima Ikhsan mengakui penemuan aksi para calon ini. Aksi mereka baru terungkap beberapa bulan terakhir setelah keluarga pasien melapor ke pihak RSUD Bima akan maraknya calo pendonor.
Meski setiap harinya ada pendonor yang dilayani, namun kebutuhan darah di RSUD Bima selalu saja kekurangan. Sementara Ikhsan mengungkap, bahwa bank darah hanya dimiliki RSUD Bima akan tetapi yang membutuhkan darah hampir seluruh instalasi rumah sakit di Bima mengambilnya ke RSUD Bima.
Keluarga pasien, lanjut Ikhsan, ada yang dimintai uang hingga Rp1 juta untuk mendapatkan darah untuk didonorkan.
"Itu laporan dari keluarga pasien yang masuk ke kami," katanya.
Calo ini, tidak hanya berasal dari orang di luar manajemen RSUD Bima tapi juga melibatkan pegawai setempat. Ikhsan mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk calo-calo di luar manajemen rumah sakit. Sedangkan pegawai RSUD Bima, teridentifikasi dua orang terlibat kini sudah dipecat.
"Statusnya tenaga kontrak dan dia nakes dua orang ini. Saya ambil sikap tegas, langsung memecat," ucap Ikhsan.
Ditanya modus operandinya, dua pegawai RSUD Bima tersebut meminta uang pelicin kepada keluarga pasien agar bisa dilayani lebih cepat. Kemudian, dijanjikan bisa didahulukan untuk mendapatkan stok darah.
Tidak hanya memecat dua orang nakes tersebut, Ikhsan juga mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 kepada Kepala Ruangan dua nakes yang melanggar.
"Saya anggap, oknum tersebut berulah karena tidak adanya pengawasan Kepala Ruangan. Makanya saya berikan SP juga," ujarnya.
Ikhsan meminta kepada keluarga pasien, langsung melaporkan ke polisi jika ada pihak tertentu yang meminta uang untuk mendapatkan darah dengan nilai yang tidak wajar.
"Karena kami tidak memiliki kewenangan kalau pelaku dari luar. Saya hanya bisa awasi pegawai di sini saja. Sebaiknya langsung dilaporkan ke polisi," katanya.
Selain soal calo, Ikhsan mengaku saat ini sedang fokus menekan persoalan attitude nakes dan tenaga medis yang kerap dikeluhkan pasien.
Menurut Ikhsan, attitude berkaitan dengan tipikal dan karakter warga Bima. Sehingga tidak semudah dan secepat membalikkan telapak tangan untuk mengubahnya, tapi secara perlahan.
"Yang pasti kami memiliki komitmen, untuk perbaiki keluhan yang selama ini terlontar, terutama terkait attitude," ucapnya.
Editor: Nani Suherni