Demi Kedaulatan, Filipina Siap Berkonfrontasi dengan China

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 03 Mei 2021 - 13:37:00 WIB
Demi Kedaulatan, Filipina Siap Berkonfrontasi dengan China
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto: Reuters

MANILA, iNews.id – Filipina siap berkonfrontasi dengan China demi menjaga teritorialnya di Laut China Selatan (LCS). Hal itu ditegaskan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Filipina dalam menyikapi langkah China yang terus membiarkan kapal-kapal penangkap ikan dan kapal milisi maritim di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina. 

Filipina meminta Negeri Tirai Bambu untuk segera meninggalkan kawasan Scarborough Shoal yang berjarak sekitar 472 mil laut dari pantai terdekat China. Akan tetapi, Tiongkok mengklaim kehadiran kapal-kapalnya di perairan itu adalah wajar dan sah.

“Filipina meminta China untuk menarik kapal pemerintahnya di sekitar Scarborough Shoal dan gugusan Pulau Kalayaan di Kepulauan Spratly,” kata Kemlu Filipina, dikutip Bloomberg, Senin (3/5/2021).

Presiden Duterte, pada pekan lalu telah menyatakan, Filipina hingga kini masih menganggap China sebagai teman yang baik. Namun dia menegaskan terdapat beberapa hal yang prinsipil yang tidak dapat dikompromikan. 

“Saya harap mereka (China) akan mengerti, tetapi saya juga memiliki kepentingan untuk melindungi negara saya,” ujar Duterte.

China mengklaim hampir seluruh kawasan LCS, yang dilewati perdagangan kapal senilai sekitar 3 triliun dolar AS (Rp43.328 triliun) setiap tahun. Padahal, putusan pengadilan arbitrase di Den Haag, Belanda, pada 2016 menyatakan bahwa klaim Beijing itu tidak sesuai dengan hukum internasional.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengatakan, kapal-kapal penjaga pantai dan perikanan Filipina akan terus berpatroli di wilayah perairan yang disengketakan. “Pemerintah (Filipina) tidak akan goyah pada posisinya,” ujarnya, dikutip Reuters.

Filipina, lanjut Lorenzana, bisa bersikap ramah dan kooperatif dengan negara mana pun. “Tetapi bukan berarti dengan mengorbankan kedaulatan dan hak berdaulat kami,” tuturnya.

Editor : Erwin Sihombing