Dua Bocah di Lombok Timur Ditemukan Meninggal Dunia di Kubangan Bekas Galian

Nani Suherni ยท Rabu, 20 Januari 2021 - 14:35:00 WIB
Dua Bocah di Lombok Timur Ditemukan Meninggal Dunia di Kubangan Bekas Galian
Lokasi penemuan dua bocah meninggal di kubangan air bekas galian di Dusun Tibu Petung, Desa Pengadangan Barat, Lombok Timur (Foto: Dok Polres Lombok Timur)

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Dua bocah perempuan bernama Hayatul Hasanah (7) dan Olivia Khairunnisa (7), warga Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, ditemukan meninggal dunia, Selasa (19/1/2021). Keduanya ditemukan meninggal di kubangan bekas galian di Dusun Tibu Petung, Desa Pengadangan Barat.

Terungkapnya kedua korban temggelam di kubangan air bekas galian dalam kondisi meninggal, atas laporan teman bermainnya korban saat di TKP.

Informasi yang dihimpun, korban bersama tiga temannya, sore itu pergi ke kubangan air bekas galian untuk mandi. Di saat ketiganya asyik mandi, kedua korban tiba-tiba menghilang, karena takut dan panik. Talita teman kedua korban langsung berlari, meminta tolong ke salah seorang warga Inak Danik yang berada tak jauh dari TKP.

Inak Daniq pun meminta tolong warga lain untuk mencari korban di kubangan air tersebut. Warga kemudian turun ke kubangan air, untuk mencari korban.

Nahas kedua korban ditemukan di dasar kubanga. Mereka ditemukan dalam kondisi tak bergerak. Warga sekitar langsung membawa kedua korban ke Puskesmas Pringgasela untuk pemeriksaan dan pertolongan. Namun kedua korban dinyatakan sudah tak bernyawa.

Kapolsek Pringgasela melalui Kasubag Humas Polres Lotim Iptu L Jaharuddin yang dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan dua bocah berumur 7 tahun meninggal dunia tenggelam di kubangan air bekas galian tersebut.

“Begitu mendapat laporan anggota Polsek dan Inafis Polres langsung turun ke lapangan melakukan olah TKP,” ucapnya dilansir dari website resmi Polda NTB, Rabu (20/1/2021).

“Orang tua korban mengaku, kalau korban tidak bisa berenang,” ujarnya.

Orang tua kedua korban, saat akan dilakukan autopsi, menolak. Mereka menerima kejadian tersebut, sebagai musibah dan kelalaian yang dikuatkan dengan surat pernyataan.

Editor : Nani Suherni