Janda 3 Anak di Mataram Jualan Sabu dan Sediakan Tempat Pesta Narkoba

Hari kasidi ยท Rabu, 16 Juni 2021 - 22:51:00 WIB
Janda 3 Anak di Mataram Jualan Sabu dan Sediakan Tempat Pesta Narkoba
Polisi mengankan barang bukti sabu. (Foto: Dok.iNews)

MATARAM, iNews.id - Janda tiga anak asal Karang Medain, Kota Mataram, NTB, berinisial NL (41) ditangkap polisi karena nekat berjualan sabu.

Tak hanya menjual sabu, NL juga diketahui menjadikan rumahnya sebagai tempat pesta narkoba.

"Dari pemeriksaan, NL diduga menjual sekaligus menyediakan tempat untuk mengonsumsi sabu bagi para pelanggannya," kata Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama, Rabu (16/6/2021).

Dia mengatakan, NL ditangkap di rumahnya, Senin (14/6/2021) ketika sedang mengonsumsi sabu bersama dua pelanggannya, HN (34), dan perempuan berinisial ML (34).

Selain ketiganya, polisi juga menangkap sepasang kekasih yang menginap di rumah NL, berinisial PG (29) dan NKS (39).

"Kita tangkap mereka di rumah NL dengan barang bukti yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu," katanya di Mataram, Rabu, (16/6/2021).

Dari penangkapan NL, kata dia, diamankan sejumlah barang bukti paketan sabu seberat 0,5 gram serta yang masih tersisa di pipet kaca seberat 1,5 gram.

"Kelengkapan alat isap, telepon genggam mereka dan klip plastik bening bekas poketan sabu turut kita amankan sebagai barang bukti," katanya.

Dari pemeriksaan, dikatakan Yogi, tes urine kelimanya telah dinyatakan positif mengandung zat methampetamin yang ada kaitannya dengan bahan baku sabu.

Karenanya, kini kelimanya ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 112 Ayat 1 dan atau Pasal 114 Ayat 1 dan atau Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

"Sesuai sangkaan pidananya, kini mereka terancam pidana penjara paling singkat empat tahun penjara," ujarnya.

Terkait dengan asal-usul sabu yang dijual NL, pihak kepolisian mendapatkan identitas seseorang yang masih berasal dari wilayah Karang Medain. Namun keberadaan yang bersangkutan tidak terdeteksi ketika Polisi melakukan penggerebekkan di rumahnya.

"Pada saat penangkapan berlangsung, orang yang disebut sebagai asal barang ini tidak kita temukan. Tetapi identitasnya sudah kita kantongi dan untuk keberadaannya masih kita dalami," ucap dia.

Editor : Kastolani Marzuki