KABUL, iNews.id - Kisah mengharukan terjadi di Afganistan. Seorang bayi perempuan dijual senilai USD500 atau setara Rp7 juta gegara keluarganya tidak sanggup menahan lapar.
Ibu bayi itu mengatakan, jika anak-anaknya yang lain sekarat. Dia pun terpaksa menjual bayinya.
Tips Kelola Utang dan Kisi-kisi Nyapit Cuan 2, Cek IG Live MNC Leasing Hari Ini Pukul 16.00
“Anak-anak saya yang lain sekarat karena kelaparan jadi kami harus menjual putri saya,” kata ibu tersebut.
“Saya berharap Saya tidak harus menjual putri saya,” lanjutnya.
Pemberdayaan Perempuan, MNC Peduli Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah dan Menjahit
Ayah bayi itu diketahui kerap mengumpulkan sampah, tetapi itu pun tidak menghasilkan apa-apa baginya.
“Kami kelaparan. Saat ini kami tidak memiliki tepung, tidak ada minyak di rumah. Kami tidak punya apa-apa,” ujarnya.
Bupati Aceh Singkil: Anjing Canon Dilaporkan Mengganggu Tamu di Lokasi Wisata
“Putri saya tidak tahu seperti apa masa depannya. Saya tidak tahu bagaimana perasaannya tentang hal itu. Tapi aku harus melakukannya,” ujarnya saat ditanya bagaimana nasib putrinya.
Wartawan BBC Yogita Limaye, yang melakukan perjalanan ke rumah sakit Médecins Sans Frontires di Herat mengatakan ketika bayinya bisa berjalan, dia akan dibawa pergi pria yang membelinya.
“Pria itu telah membayar lebih dari setengah dari USD500 (Rp7 juta) yang dia jual. Itu akan membuat keluarga melewati beberapa bulan. Pria itu mengatakan gadis itu akan menikah dengan anaknya, tetapi tidak ada yang bisa memastikan,” ujarnya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan peringatan keras jika jutaan orang akan mati jika bantuan mendesak tidak segera mencapai Afghanistan. Sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus lalu, Afghanistan telah menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan negara tersebut mengalami penurunan tajam dalam situasi tersebut.
Editor: Nani Suherni