Usai Tembak Rekan, Polisi di Lombok Timur Kembalikan Senapan ke Tempat Tugas

Muzakir, Ramli Nurawang ยท Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:52:00 WIB
Usai Tembak Rekan, Polisi di Lombok Timur Kembalikan Senapan ke Tempat Tugas
Rumah duka Briptu Hairul Tamimi, korban penembakan rekannya (Foto: iNews/Muzakir)

PRAYA, iNews.id - Oknum anggota Polsek Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Bripka MN (38), yang menembak Briptu HT tidak mengelak menembak rekannya. Pengakuan itu dia sampaikan saat menaruh senapan laras panjang SS-V2 Sabhara ke tempatnya bertugas.

Kepala Polres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono mengatakan aksi MN menguasai senjata api itu terjadi saat dia piket pagi.

"Ketika piket itulah, pelaku mengambil senjata dan mendatangi korban," ucapnya, Selasa (26/10/2021).

"Jadi sekarang kita sedang menggali fakta untuk membuat terang perbuatan pidananya, apakah pelaku ini kita terapkan Pasal 338 atau Pasal 340, tentunya ini akan terungkap dari hasil penyidikan," kata Suriyono.

Karena itu, dia meminta pengertian yang mendalam kepada masyarakat terutama keluarga korban agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada polisi.

"Mohon agar kami diberikan waktu untuk mengungkap kasus ini dan sekarang kami sedang bekerja untuk melengkapi barang bukti yang ada," ujarnya.

Ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup itu diatur dalam pidana pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Sedangkan pasal 338 KUHP mengatur tentang pembunuhan yang ancaman pidananya paling lama 15 tahun penjara. MN telah ditahan Polres Lombok Timur dan ditetapkan sebagai tersangka.

Insiden penembakan MN kepada HT ini terjadi pada Senin (25/10), di salah satu rumah yang beralamatkan di BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan hasil olah TKP, korban diduga tewas pada pukul 11.20 WITA, sekitar empat jam setelah salah seorang saksi menemukan jenazahnya tergeletak dengan bersimbah darah.

Dari hasil autopsi di RS Bhayangkara Mataram, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang bersarang di bagian dada sebelah kanan. Hasil tersebut turut dikuatkan dengan temuan di TKP, yakni dua selongsong peluru yang diduga berasal dari senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: