Petugas mencari korban gempa dari reruntuhan bangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) (dok. istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa NTT (Nusa Tenggara Timur) tercatat sebanyak 70 orang. Adapun korban luka mencapai 1.182 orang berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan.

Jumlah korban luka itu berbeda dengan data yang dirilis Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WIB yakni, 132 orang luka-luka.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan, perbedaan jumlah korban luka yang disampaikan BNPB dan Basarnas. 

Menurutnya, perbedaan tersebut terjadi karena kedua lembaga menggunakan dasar penghitungan yang berbeda.

"Bahwa jumlah korban luka-luka yang hari ini berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Tadi kalau Basarnas tadi menyampaikan 132, jadi ada perbedaan-perbedaan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda," tuturnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (18/8/2026)Berton.

Berdasarkan perincian BNPB, Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak. Tercatat 442 orang mengalami luka berat dan 513 orang luka ringan.

Di Kabupaten Manggarai, terdapat 31 orang luka berat dan 88 orang luka ringan. Kemudian di Kabupaten Ngada tercatat 14 orang luka berat, satu orang luka sedang, dan 19 orang luka ringan.

Selanjutnya, Kabupaten Nagekeo mencatat 13 orang luka berat dan sembilan orang luka ringan. Di Kabupaten Manggarai Barat terdapat 13 orang korban luka.

Adapun di Kabupaten Sikka tercatat 12 orang luka berat dan tujuh orang luka ringan. Sementara Kabupaten Ende terdapat lima orang luka berat dan 15 orang luka ringan.

Puluhan Ribu Korban Mengungsi

BNPB juga mencatat sebanyak 40.040 orang mengungsi akibat gempa NTT. Data tersebut merupakan jumlah sementara warga yang mengungsi di sejumlah wilayah terdampak gempa.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network