Budi daya lebah madu trigona di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi primadona baru di masa pandemi Covid-19. (Foto: iNews/Vinka Andini)

Habiburrahman juga menuturkan, di masa pandemi, madu trigona yang di jualnya mengalami peningkatan pemesanan mencapai 50 pesen dari tahun tahun sebelumnya. Dalam satu kali panen, dia bisa mendapat omzet Rp11-12 juta dengan harga Rp175.000 per 650 ml.

"Saat pandemi ini, permintaan bisa naik 50 persen. Ini usaha yang sangat prospek," ucapnya, Jumat (13/8/2021).

Atas kerja kerasnya, kini habiburrahman telah memiliki 379 kotak sarang madu atau koloni yang tersebar di rumah warga. Di setiap satu rumah diisi dengan lima kotak sarang madu.

Habiburrahman berharap, tahun ini akan menambah sarang madu hingga seribu lebih agar dapat memenuhi permintaan pelanggan luar daerah yang sangat tinggi. 

"Semoga menambah sarang sehingga bisa tambah membantu ekonomi warga sekitar," ucapnya.


Editor : Nani Suherni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network