Beberapa mahasiswa terluka di bagian wajah, leher dan kaki. Tiga orang dilaporkan mengalami lebam akibat pukulan dan cekikan, sementara satu lainnya mengalami memar di kaki.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Aksi tersebut diikuti lebih dari 150 mahasiswa dengan pengamanan dari Satpol PP dan kepolisian. Menjelang sore, situasi di sekitar kantor gubernur berangsur kondusif setelah massa membubarkan diri.
Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov0 NTB, antara lain terkait kesejahteraan guru dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
“Kami meminta pemerintah provinsi bersikap tegas terhadap persoalan ini. Tetapi aksi kami malah dilawan dengan kekerasan," ucapnya.
Hingga saat ini, pihak pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Aparat juga didorong untuk mengevaluasi pengamanan aksi agar kejadian serupa tidak terulang.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait