“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar naik belakang busur Flores,” ucapnya.
BMKG juga menyampaikan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan naik (thrust fault). “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya.
Hingga pukul 17.50 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu kali gempa susulan. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ucapnya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait