Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Mataram Onward Victor ML Toruan (tengah) saat menyampaikan keterangan pers terkait WN Malaysia yang overstay. (Foto : iNews/Edy Gustan)
Edy Gustan

MATARAM, iNews.id - Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Mataram akan mendeportasi warga Malaysia berinisial M (55). Dia telah tinggal di Lombok Barat selama dua tahun bersama istri siri.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Mataram Onward Victor ML Toruan mengatakan, keberadaan M diketahui Dit Intelkam Polda NTB yang langsung berkoordinasi dengan Imigrasi. Dia melanggar Pasal 78 ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian

"Masa berlaku izin tinggal M habis lebih dari 60 hari. M tinggal bersama istri sirrinya selama dua tahun di Kecamatan Lembar, Lombok Barat," ujar Victor, Selasa (6/9/2022).

Menurutnya, tim Imigrasi bersama polisi langsung bergerak cepat menangkao M di rumahnya.

"Kami menangkapnya di salah satu perumahan di Lembar, Lombok Barat," katanya.

Selanjutnya, M dibawa ke kantor Imigrasi Mataram untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan, diketahui M sudah pernah melakukan hal serupa pada 2018. Bahkan, dia sudah pernah dideportasi.

M mengaku sengaja tidak melapor ke petugas Imigrasi karena tahu akan terkena hukuman.

"Dia masuk dari kawasan Entikong. Di sana banyak jalur tikus," ucapnya.

Victor mengungkapkan, M saat ini diamankan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Mataram sembari menunggu hasil koordinasi antara Imigrasi Mataram dengan Kedutaan Besar Malaysia. Koordinasi dimaksudkan untuk proses penerbitan Sijil Dalam Perlakuan Cemas dari Kedutaan Besar Malaysia. 

Atas perbuatannya, M dikenakan tindakan administratif Keiimigrasian berupa deportasi dan penangkalan kembali agar dia tidak dapat kembali ke Indonesia.

"M akan kami deportasi dan kami pastikan data penangkalan atas namanya tetap aktif di sistem. Ini kami lakukan sesuai kebijakan selective policy yang dianut Indonesia. Selective policy itu yakni hanya orang asing yang bisa memberikan manfaat saja yang bisa masuk wilayah Indonesia," ujar Victor. (Edy Gustan) 


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT