Ketua Dewan Tandfidziah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) TGB KH Muhammad Zainul Majdi. (Foto: iNews/Edy Gustan)
Edy Gustan

MATARAM, iNews.id – Ketua Dewan Tandfidziah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) TGB KH Muhammad Zainul Majdi mengajak semua elemen masyarakat menciptakan kondusivitas nasional dalam konteks keberagaman. Membangun narasi perbedaan merupakan kekayaan sehingga tidak memicu perpecahan di masyarakat.

Lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini menyampaikan hal itu dalam rangka menjelang Muktamar perdana NWDI pada 29-31 Januari 2022. NWDI merupakan organisasi yang sudah berkhidmat untuk Indonesia di segala bidang.

TGB Zainul Majdi menegaskan, kehadiran NWDI di tengah masyarakat memberikan kontribusi besar terutama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, membangun kesadaran bersama butuh kerja sama dengan semangat gotong-royong untuk menyukseskan pembangunan di segala bidang.

“Kami mengajak semua lapisan masyarakat menciptakan narasi positif dan menghormati perbedaan demi terciptanya keutuhan NKRI,” ujar TGB Zainul Majdi di Mataram, Jumat (28/1/2022).

Muktamar perdana NWDI kata Doktor ahli Tafsir Alquran ini akan fokus untuk konsolidasi nilai, penajaman arah gerakan organisasi lima tahun ke depan. Muktamar yang akan dihadiri peserta dari 27 provinsi serta perwakilan empat negara yakni Arab Saudi, Mesir, Yaman dan Malaysia.

Dia mengatakan, Muktamar NWDI juga dalam rangka memastikan dukungan dan kontribusi NWDI untuk Indonesia. Termasuk mendukung program pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Terkait itu, TGB menegaskan NWDI mendorong pemerintah melaksanakan amanah konstitusi dengan baik. Menjaga keselamatan rakyat dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

“Pemerintah harus konsisten melaksanakan tugas konstitusionalnya. Termasuk menjaga keselamatan setiap jiwa anak bangsa,” katanya.

Dia menyoroti berbagai rencana pembangunan di antaranya pemindahan Ibu Kota Negara harus diproses dengan baik. Melibatkan semua unsur dan membangun kemitraan strategis antara semua pihak.

Dengan begitu, penerapan program pemerintah tidak terkesan dibaca sebagai niatan DPR dengan pemerintah saja. “Jadi, karakteristik holder pembangunan bisa terlibat,” ucapnya.

NWDI menekankan Islam Wasathiyah. Menempatkan agama secara proporsional dan tidak cenderung menganggap diri paling benar. Membangun narasi positif tentu dengan cara yang baik.

Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam rangka pra Muktamar perdana NWDI. Kegiatan berlangsung sejak 17 Januari 2022. Muktamar ini akan membahas tentang masalah-masalah keagamaan, sekaligus merumuskan langkah organisasi lima tahun ke depan.

Muktamar ke-1 NWDI juga akan memilih Rais Am, Ketua Dewan Pakar, dan Ketua Umum Pengurus Besar NWDI. Juga menyusun rekomendasi untuk kemaslahatan bangsa. (Edy Gustan) 


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT