get app
inews
Aa Text
Read Next : Pohon Besar Tumbang Timpa 2 Mobil di Hotel Bandar Lampung, 1 Orang Terluka Parah

Karyawan Hotel di Mataram Belum Dapat Kuota Vaksin Covid-19

Minggu, 13 Juni 2021 - 06:03:00 WIB
Karyawan Hotel di Mataram Belum Dapat Kuota Vaksin Covid-19
Warga menjalani vaksinasi (Foto: Antara)

MATARAM, iNews.id - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan, karyawan hotel dan restoran belum mendapat kuota vaksin Covid-19, sebagai salah satu persiapan pelaksanaan rencana work from Lombok. Saat ini, stok vaksin masih diperuntukkan bagi lansia dan  guru.

"Kami memang miliki 1.230 vial stok vaksin Covid-19 atau 12.300 dosis untuk 12.300 sasaran. Tapi, ketentuan dari Menteri Kesehatan vaksin itu diprioritaskan bagi lanjut usia (lansia) dan guru," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Usman Hadi.

Usman mengakui, para karyawan hotel, restoran dan pelaku pariwisata secara umum memang harus mendapatkan vaksin Covid-19. Mereka merupakan pelayan publik sehingga rawan berpotensi terpapar karena berinteraksi dengan banyak orang.

"Pada awal pencanangan vaksin Covid-19, kita memang sudah melakukan vaksinasi terhadap karyawan hotel tapi jumlah itu sangat terbatas," katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kota Mataram, menyebutkan dari 800 karyawan hotel di Mataram, yang sudah divaksin sekitar 35-40 persen.

"Itu baru jumlah karyawan hotel saja, belum restoran dan pelaku pariwisata lainnya," kata Usman.

Terkait dengan itu, Usman menyarankan kepada karyawan hotel, restoran, serta pelaku pariwisata yang belum divaksin bisa memanfaatkan peluang kuota vaksin publik dari kelebihan dosis vaksin lansia dan guru di setiap fasilitas kesehatan (faskes).

Pasalnya, pelayanan vaksinasi Covid-19 yang sejak April 2021 hanya diprioritaskan untuk lansia dan guru, kini bisa diberikan ke publik sesuai ketentuan yang ada.

Dikatakan, sejak awal April 2021 pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk publik dihentikan sementara. Tapi setelah dievaluasi, peluang vaksinasi publik bisa dilakukan secara terbatas sesuai dengan stok vaksin yang digunakan lansia.

"Misalnya, kalau sehari ada enam lansia yang divaksin di sebuah faskes, maka empat publik bisa divaksin agar satu vial vaksin untuk 10 orang termanfaatkan. Sisa vaksin tidak bisa disimpan, karena itu dari pada dibuang sia-sia lebih baik dimanfaatkan untuk publik," katanya.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut