Pemkot Mataram Minta Warga Tak Beri Uang ke Pengemis di Jalan, Sependapat dengan Semarang?

Antara · Rabu, 05 Oktober 2022 - 17:00:00 WIB
Pemkot Mataram Minta Warga Tak Beri Uang ke Pengemis di Jalan, Sependapat dengan Semarang?
Ilustrasi pengemis (foto: Reuters)

MATARAM, iNews.id - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengajak warganya tidak memberi uang di jalan kepada anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. Sebelumnya, langkah ini juga diterapkan Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng)

Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang langkah ini seharusnya menjadi komitmen bersama untuk fokus menyelesaikan masalah sosial secara tepat.

"Saya rasa kalau kita semua sepakat dan komitmen tidak memberi di jalan, maka mereka tidak akan turun lagi ke jalan. Selama ini mereka turun ke jalan, karena selalu mendapat apa yang dicari," katanya, Rabu *

Menurutnya, memberi uang di jalanan belum tentu tepat sasaran sebab ada indikasi para pelaku anak jalanan, gelandangan, dan pengemis ini dimobilisasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Jika mereka terus diberikan, mereka bisa menjadikan itu sumber pendapatan dan oknum yang tidak bertanggung jawab akan membentuk pekerja peminta-minta," katanya.

Di sisi lain, sejauh ini Pemkot Mataram belum merencanakan membuat regulasi untuk memberikan sanksi bagi warga atau dermawan yang memberi uang. Sejauh ini masih pada batas imbauan.

"Dalam hal ini, kita lebih mengedepankan imbauan kepada dermawan agar tidak lagi memberi di jalan," katanya.

Martawang menyarankan kepada para dermawan yang ingin membantu anak jalanan, gelandangan, dan pengemis, melalui lembaga-lembaga resmi yang memiliki kapasitas dan akuntabilitas sehingga bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran.

"Selain itu bantuan juga bisa dipertanggungjawabkan, serta dijamin menjadi bagian skenario penanganan kemiskinan yang bisa membawa masyarakat keluar dari permasalahan sosial yang dihadapi," katanya.

Sebelumnya langkah serupa dilakukan Pemkot Semarang. Larang itu bahkan disertai dengan sanksi.

Bagi yang melanggar, bisa dikenakan hukuman kurungan 3 bulan atau denda maksimal Rp1 juta.

 Penerapan aturan tentang pemberian sanksi terhadap pemberi uang kepada pengemis di jalanan maupun persimpangan lampu lalu lintas di Ibu Kota Jawa Tengah, mulai diberlakukan Senin (3/10/2022) kemarin.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: