Perkosa Bocah 11 Tahun, Petani di Dompu Dikejar Warga hingga ke Kantor Polisi

Nani Suherni ยท Selasa, 15 Juni 2021 - 11:01:00 WIB
Perkosa Bocah 11 Tahun, Petani di Dompu Dikejar Warga hingga ke Kantor Polisi
Seorang petani berinisial D (29) warga Dusun Bukit Bunga, Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Dompu diduga memperkosa bocah perempuan berusia 11 tahun. (Foto: Dok Polres Dompu)

DOMPU, iNews.id - Seorang petani berinisial D (29) warga Dusun Bukit Bunga, Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Dompu diduga memperkosa bocah perempuan berusia 11 tahun. Pelaku yang sudah diamankan di kantor polisi pun sempat diburu warga.

Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor. Kemudian terduga pelaku meminta kepada korban untuk diantar ke gudang jagung sebelah barat Desa Doropeti. 

Pada saat itu terduga D membawa sepeda motor dan memboncengkan korban. Setelah hampir sampai, terduga pelaku bukannya ke arah gudang jagung melainkan masuk gang menuju ke arah pantai.

Melihat suasana sepi, terduga pelaku langsung memberhentikan sepeda motornya lalu mengancam dan memaksa korban untuk melayani aksi bejatnya. Pada saat itu korban yang dalam tidak berdaya hanya bisa pasrah dan juga sempat diancam akan ditembak pelaku.

Setelah diperkosa, koban disuruh pulang dengan mengendarai sepeda motor miliknya dalam keadaan lemas. Korban pun menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.

Korban ditemani ibu dan keluarganya mendatangi Polsek Pekat untuk melaporkan kejadian tersebut. Selanjutnya Satreskrim Unit PPA Polres Dompu langsung menangani laporan korban.

Sekitar pukul 18.00 Wita, warga yang sudah mengetahui kabar itu melakukan penghadangan (sweeping) terhadap kendaraan yang melintas di Desa Doropeti. Tujuannya mencari pelaku yang diduga akan kabur menuju ke arah Dompu.

Sekitar pukul 22.50 wita, anggota Polsek Pekat berhasil mengamankan terduga pelaku yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor dari arah Desa Nangakara menuju Desa Doropeti. Terduga pelaku dibawa menuju ke arah Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima guna menghindari amukan massa.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2