Sehari 9 Orang Ajukan Cerai di Lombok Tengah, Dipicu Faktor Ekonomi hingga Selingkuh

Antara · Senin, 08 November 2021 - 22:17:00 WIB
Sehari 9 Orang Ajukan Cerai di Lombok Tengah, Dipicu Faktor Ekonomi hingga Selingkuh
ilustrasi perceraian. (SINDOnews)

PRAYA, iNews.id - Sebanyak 1.374 pasangan mengajukan gugatan perceraian hingga November 2021 di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Jumlah ini meningkat selama pandemi Covid-19.

"Pasangan yang mengajukan atau mendaftar cerai selama pandemi ini sebanyak 8 sampai 9 orang per hari. Artinya kalau dalam sebulan itu rata-rata bisa mencapai puluhan orang yang cerai," ujar Panitra Muda Pengadilan Agama Praya, Senin (8/11/2021). 

Dia mengatakan, dari ribuan kasus perceraian di Lombok Tengah sepanjang Januari-November 2021, paling dominan yang mengajukan gugatan cerai yakni perempuan.

"Lebih banyak perempuan bila dibandingkan dengan gugatan dari pihak laki-laki," katanya. 

Dari beberapa kasus perceraian yang diajukan, penyebab terjadinya perceraian ini faktor ekonomi. Terlebih di saat pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat menurun atau kurang stabil. Para warga banyak berkerja menjadi TKI dan nafkah yang diberikan kepada istrinya berkurang akibat dampak dari pandemi.

"Kendala itu yang saat ini paling banyak, hampir 65 persen gugatan cerai karena faktor ekonomi," ucapnya. 

Selain ekonomi, faktor lain lantaran cemburu atau adanya pihak ketiga. Kemudian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena sebagian bekerja menjadi TKW. 

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: