Wali Kota Mataram Ahyar Abduh Setop Simulasi Belajar Tatap Muka, Ada Apa?

Antara · Kamis, 28 Januari 2021 - 09:50:00 WIB
Wali Kota Mataram Ahyar Abduh Setop Simulasi Belajar Tatap Muka, Ada Apa?
Wali Kota Mataram Ahyar Abduh (berpeci) (Foto: Antara/Nirkomala)

MATARAM, iNews.id - Wali Kota Mataram Ahyar Abduh menghentikan kegiatan simulasi belajar tatap muka di semua tingkatan sekolah mulai dari TK, SD, hingga SMP. Perkecualian untuk siswa kelas akhir yang akan menjalani asesmen nasional.

"Kebijakan ini kami ambil sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Nusa Tenggara Barat," kata Ahyar di Mataram, Rabu (27/1/2021) malam.

Ahyar mengatakan, kebijakan penghentian simulasi belajar tatap muka tersebut berlaku juga untuk sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama. Dengan demikian semua sekolah untuk seluruh tingkatan kecuali kelas akhir bisa melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem dalam jaringan (daring).

"Kami harap guru dan siswa bisa kembali menyiapkan berbagai program pembelajaran daring seperti sebelumnya," katanya.

Kebijakan penghentian belajar tatap muka itu diambil setelah dirinya sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram melakukan rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyikapi perkembangan kasus Covid-19 yang semakin meningkat signifikan.

Berdasarkan data terbaru, tambahan kasus positif Covid-19 di Kota Mataram sebanyak 26 orang. Dengan tambahan kasus tersebut, jumlah total kasus positif Covid-19 di Kota Mataram menjadi 1.727 pasien. Pasien sembuh 1.357 orang, dan 103 meninggal dunia.  "Masih dalam perawatan 267 orang," ujarnya.

Selain soal penundaan belajar tatap muka, Ahyar menuturkan rapat tersebut juga memutuskan untuk mengetatkan kembali aturan jam malam. Semua aktivitas masyarakat dibatasi sampai pukul 22.00 Wita.

"Jadi apapun bentuk kegiatan sosial budaya masyarakat yang sifatnya kerumunan, termasuk acara pernikahan, dibatasi maksimal sampai pukul 22.00 Wita, dan akan dilakukan pengawasan secara maksimal," katanya.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: