“Kami menghargai keputusan masing-masing rombongan. Namun tidak mengurangi upaya kami menjamin keselamatan mereka selama berada di NTB, khususnya Lombok ya. Kami giatkan, tingkatkan di sisi pengamanan tertutupnya. Jadi di hotel-hotel, di sirkuit, bandara, tempat-tempat yang didatangi. Kami monitor pergerakan mereka,” ujarnya.
Polda NTB Dirikan Ratusan Pos Pengamanan
Dia lalu menyampaikan ada 26 pos pantau keamanan khusus di wilayah Lombok Tengah. Artanto menyebutkan jumlah pos pantau yang didirikan polisi ratusan bila digabung dengan wilayah jajaran Polda NTB lainnya.
“Seperti Bapak Kapolda (Irjen Mohammad Iqbal) sampaikan sebelumnya untuk pengamanan ada sekitar 3.000 personel, kemudian Pos Pantau Rinjani 2021 ada 26 di Loteng sendiri. Dibagi menjadi 3 bagian: pertama di pintu masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, 10 pos pintu dalam kawasan KEK, serta 6 Pos di bukit-bukit sekitar sirkuit,” kata Artanto.
Pos utama di sirkuit, yaitu pos command center atau MCC. Kemudian pos di Sunggung, berikutnya di Bundaran Mong. Selanjutnya pos di Bundaran Bandara dan ada juga di Bukit Menangis.
Terakhir, dia menjelaskan fungsi pos pantau yakni mengatur arus lalu lintas jika terjadi kemacetan seperti rekayasa buka tutup jalan; fungsi kendali bilamana terjadi permasalahan; kemudian ploting lokasi tertentu seperti patroli tanggap cepat serta penegakan disiplin protokol kesehatan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait