Tim SAR gabungan menyiapkan peralatan untuk mengevakuasi korban dari dasar jurang Gunung Rinjani. (FOTO: iNews/RAMLI NURAWANG)
Ramli Nurawang

MATARAM, iNews.id - Upaya evakuasi warga negara asing (WNA) yang tewas akibat terjatuh di Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), terkendala medan sulit. Personel Brimob Polda NTB dan Unit SAR Lombok Timur akan melanjutkan upaya evakuasi pada Minggu (21/8/2022).

Operasi search and rescue (SAR) pada Sabtu (20/8/2022) gagal dilaksanakan karena lokasi jasad korban Boaz Bar Anam, WNA Portugis, kelahiran Israel itu, berada di dasar jurang puncak Gunung Rinjani dengan medan sangat sulit dan gelap. 

Empat personel Brimob dan dua relawan dari Unit SAR Lombok Timur akan kembali dikerahkan ke puncak Gunung Rinjani untuk membantu proses evakuasi di jurang sedalam 150 meter.

Tim pertama sudah tiba di lokasi kejadian pada Sabtu (20/8/2022) sore. Mereka mendaki ke puncak Gunung Rinjani selama 10 jam lebih dengan membawa berbagai perlatan evakuasi.

"Namun karena medan yang sulit dan gelap, tim akhirnya memutuskan untuk melanjutkan proses evakuasi pada Minggu pagi ini," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram Muhdar.

Pada Sabtu (20/8/2022) siang, ujar Muhdar, empat personel Brimob dan dua relawan dari Unit SAR Lombok Timur bergerak ke puncak Rinjani untuk membantu  proses evakuasi. "Dengan demikian, total jumlah tim SAR gabungan yang terjunkan menjadi 53 personel," ujar Muhdar.

Sementara itu, dua wisman asal Prancis dan seorang pemandu wisata rombongan korban mendaki ke puncak Gunung Rinjani telah tiba di kantor resort Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun.

Mereka langsung dimintai keterangan untuk memastikan kronologi dan penyebab peristiwa sehingga korban Boaz Bar Anam tewas akibat terjatuh ke dasar jurang.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT