Ilustrasi pembangunan waduk (Foto: Antara)

MATARAM, iNews.id - Rencana pembangunan waduk di kawasan Babakan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terancam gagal. Waduk yang rencananya jadi solusi penanganan banjir itu hingga kini anggaran pembebasan lahannya belum ada.

Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Mataram Mahmuddin Tura mengatakan, luas lahan yang dibutuhkan untuk membuat waduk 6 hektare sementara lahan yang sudah tersedia baru 1,8 hektare.

"Jadi kita butuh bebaskan lahan lagi sekitar 4,2 hektare. Misalnya, harga tanah di kawasan Babakan mencapai Rp30 juta hingga Rp35 juta per are, maka anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp26 miliar," katanya.

Sementara, sambung Mahmuddin, dengan kondisi pandemi Covid-19 kebutuhan anggaran sebesar itu dinilai cukup berat. 

"Apalagi, pemerintah sekarang masih fokus bagaimana melakukan upaya pencegahan, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi," katanya.

Alasan lainnya, katanya, menurut hasil kajian Balai Wilayah Sungai (BWS) pembangunan waduk atau kolam retensi itu hanya dapat menangani genangan dan banjir sekitar 35 persen.

"Artinya, kolam retensi itu tetap dibutuhkan tapi belum bisa menyelesaikan masalah banjir dan genangan secara maksimal," katanya.


Editor : Nani Suherni

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network