Diantar oleh suaminya, Meirna menjemput anak perempuannya yang saat itu bersama guru. Dia mengaku prihatin dengan aksi kekerasan itu, apalagi dilakukan oleh siswa yang masih berusia belasan tahun.
Dia berharap persoalan ini segera terselesaikan. "Saya sih berharap ini diproses hukum saja sebagai efek jera," katanya.
Informasi di lapangan menyebut penyerangan itu diduga puncak dari rebutan lahan sekolah antara SDN Model Mataram dengan SMP 14. SD dengan jumlah murid 240 orang itu meminjam lahan SMP 14.
Persoalan ini telah terjadi sejak 2016. Sebanyak 13 ruang kelas digunakan di lahan tersebut. Menurut rencana, sekolah itu akan dipindahkan ke bekas universitas terbuka di Turide.
Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait