Rinciannya, papar Farida, untuk kusir cidomo kurang dari 100 orang, kemudian ojek sekitar 2.000 orang dan sopir angkutan umum sekitar 200 orang. Total uang disalurkan Rp300 juta untuk tukang ojek, dan Rp700 juta untuk sopir angkutan umum.
"Sudah diplot ya untuk ojek itu Rp300 juta, dan untuk kendaraan umum Rp700 juta," katanya.
Pihaknya juga membuka posko pengaduan di Kantor Dinas Perhubungan untuk sopir, ojek maupun kusir cidomo yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan tapi berhalangan saat penyaluran di lokasi. Hal ini untuk memudahkan pencairan bantuan.
"Kami buka posko pengaduan, mungkin ada yang belum terdata atau sakit saat proses pendistribusian bisa langsung ke kantor kalau sudah sembuh, " katanya.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait