Polisi mengungkap kasus penemuan mayat bayi di Desa Kuripan, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Muzakir).
Muzakir

LOMBOK BARAT, iNews.id - Polisi mengusut kasus penemuan mayat bayi di Desa Kuripan, Nusa Tenggara Barat (NTB). Polisi telah mengamankan tersangka ibu pembuang bayi berinisial S (19) yang merupakan janda muda.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat Iptu I Made Dharma Yulia Putra mengungkapkan detail kasus tersebut. 

“Kami dari jajaran Sat Reskrim Polres Lombok Barat, bersama unit Reskrim Polsek Kuripan berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi hingga meninggal dunia,”  ujar I Made Dharma di NTB, Selasa (21/6/2022).

Dia menuturkan, sebelumnya pelapor inisial AR bersama saksi inisial I dan L beraktivitas di kebun dekat rumah dan akan memetik buah papaya. 

“Setelah melakukan kegiatan ini saksi dan pelapor melihat bungkusan. Setelah didekati ternyata mendapati sesosok mayat bayi tanpa identitas,” tuturnya.

Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuripan. Pada hari yang sama, polisi mengamankan pelaku berinisial S (19) seorang janda muda asal dari salah satu Desa di Kecamatan Kuripan.

“Jadi setelah dilakukan pemeriksaan oleh unit PPA Sat reskrim Polres Lobar bersama unit reskrim polsek kuripan. Akhirnya mengetahui motif pelaku pembunuhan dan pembuang bayi ini,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, dari pengakuan S, awal mula pembunuhan bayi tersebut itu saat tersangka melahirkan bayi laki-laki pada Sabtu (18/6/2022) pukul 01.00 wita.

“Saat melahirkan, bayi dalam keadaan menangis, sehingga tersangka melilitkan tali pusar terhadap bayi tersebut. Namun bayi masih menangis kemudian ditutup menggunakan bantal yang ada di sebelah tersangka,” ucapnya.

Menurutnya, bayi itu terdiam karena sudah meninggal, lalu tersangka inisial S menggunakan mukena membawa mayat bayi tersebut keluar.

“Dan menaruhnya di kebun pepaya tersebut, hingga terlapor dan saksi-saksi menemukannya dan melaporkannya ke Polsek Kuripan,” katanya.

Dia menyampaikan, tersangka S nekat melakukan aksinya karena malu melahirkan bayi hasil hubungan gelap yang berstatus janda.

“Dari keterangan yang disampaikan oleh terduga pelaku di unit PPA Sat Reskrim Porles Lobar, ini merupakan hasil hubungan gelap antara pelaku dengan pacarnya,” ucapnya.

Sementara, pacar terduga pelaku, kata dia masih dalam pendalaman dan berstatus sebagai saksi. “Berdasarkan pengakuan tersangka, bahwa saat melahirkan masih dalam keadaan sepi, sehingga  tidak didengar oleh warga sekitar,” katanya.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT