Aksi Calo Donor Darah di RSUD Bima Terbongkar, Pasien Dimintai Bayar hingga Rp1 Juta
"Statusnya tenaga kontrak dan dia nakes dua orang ini. Saya ambil sikap tegas, langsung memecat," ucap Ikhsan.
Ditanya modus operandinya, dua pegawai RSUD Bima tersebut meminta uang pelicin kepada keluarga pasien agar bisa dilayani lebih cepat. Kemudian, dijanjikan bisa didahulukan untuk mendapatkan stok darah.
Tidak hanya memecat dua orang nakes tersebut, Ikhsan juga mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 kepada Kepala Ruangan dua nakes yang melanggar.
"Saya anggap, oknum tersebut berulah karena tidak adanya pengawasan Kepala Ruangan. Makanya saya berikan SP juga," ujarnya.
Ikhsan meminta kepada keluarga pasien, langsung melaporkan ke polisi jika ada pihak tertentu yang meminta uang untuk mendapatkan darah dengan nilai yang tidak wajar.
"Karena kami tidak memiliki kewenangan kalau pelaku dari luar. Saya hanya bisa awasi pegawai di sini saja. Sebaiknya langsung dilaporkan ke polisi," katanya.
Selain soal calo, Ikhsan mengaku saat ini sedang fokus menekan persoalan attitude nakes dan tenaga medis yang kerap dikeluhkan pasien.
Menurut Ikhsan, attitude berkaitan dengan tipikal dan karakter warga Bima. Sehingga tidak semudah dan secepat membalikkan telapak tangan untuk mengubahnya, tapi secara perlahan.
"Yang pasti kami memiliki komitmen, untuk perbaiki keluhan yang selama ini terlontar, terutama terkait attitude," ucapnya.
Editor: Nani Suherni