Misteri Dua Macan Gaib Peliharaan Sultan Banten, Bisa Muncul Jika Dibacakan Selawat

Okezone ยท Jumat, 25 Juni 2021 - 10:49:00 WIB
Misteri Dua Macan Gaib Peliharaan Sultan Banten, Bisa Muncul Jika Dibacakan Selawat
Ilustrasi penampakan macan peliharan Sultan Banten (Foto: Pixabay)

JAKARTA, iNews.id - Keraton Surosowan dan Masjid Banten dihancurka dalam serangan yang berlangsung pada 21 November 1808 (Chijs, 1881:43) oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels. Namun, lokasi tersebut meninggalkan misteri tentang dua macan gaib milik Sultan Banten.

Saat penghancuran tersebut, Sultan Banten Aliudin ditangkap dan dibuang ke Ambon. Sementara itu, Patihnya Mangkubumi Wargadiraja dihukum pancung dan mayatnya dilemparkan ke laut.

Ketika keraton Surosowan dan Masjid Banten ditinggalkan penghuninya menjadi hutan belantara dan semak-belukar. Dulu ada pohon beringin, pohon sawo juga banyak hewan seperti ular, ayam hutan, dan macan kecil sebesar kucing. Bahkan sampai tahun 2000–an masih ditemukan macan kucing tadi.

Muncul pula cerita mistis, ada macan gaib bernama Si Kapuk dan Si Kumbang. Macan berwarna putih dan hitam itu ingon-ingon atau peliharaan Sultan pada masa lalu.

Bahkan, macan peliharaan Sultan tersebut masih bisa ditemui dengan melakukan ritual-ritual tertentu. Kisah itu pun sempat diceritakan mendiang Ismetullah Al Abbas, Sultan Banten.

"Kita bisa ketemu bisa pas tengah malam, pukul 01.00 Wib atau 02.00 Wib di alun-alun Banten Lama. Kemudian membaca selawat, macan itu akan muncul. Pernah ada orang yang tidak percaya," ujar Ismetullah Al Abbas saat itu.

"Kejadian lain, sepasang suami istri ziarah ke makam Maulana Hasanudin. Sepulang dari ziarah setelah magrib sampai ke rel kereta api sekitar 500 meter dari makam, tiba-tiba istrinya tidak bisa bicara," ucapnya.

Ismet menambahkan, kedua pasutri itu kembali lagi dan meminta tolong pada ayahnya di masjid Agung Banten.

"Ayah saya kemudian masuk ke makam, ziarah sebentar, membawa air wasiat lalu diminumkan ke perempuan itu. Ajaib, seketika langsung bisa bicara," katanya lagi.

Peristiwa gaib lain dilihat oleh kakak saya. Suatu malam, kakak saya melihat ada jemaah salat pakai baju putih-putih di depan keraton Surosowan. Jemaah itu jalan ke sungai Kepandean lalu hilang.

Seperti diketahui, serangan tiba-tiba yang dilakukan Daendels ke Kesultanan Banten buntut dari sikap Sultan yang menolak mengirimkan seribu pekerja paksa setiap harinya ke Batavia untuk membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon.

Sebelumnya, para pekerja rodi banyak yang tewas karena terkena hama beracun dan penyakit malaria lantaran lokasi pengkalan angkatan laut tersebut berada di rawa-rawa.

Keadaan ini membuat Daendels marah dan menuduh Mangkubumi Wargadiraja sebagai biang keladi larinya pekerja-pekerja itu. Dia pun meminta Kesultanan Banten menyerahkan Patih Mangkubumi Wargadiraja ke Batavia.

Kemudian, Sultan diminta supaya segera memindahkan keratonnya ke daerah Anyer, karena Surosowan akan dijadikan benteng Belanda.

Editor : Nani Suherni