get app
inews
Aa Text
Read Next : Makam Pelajar di Samarinda Dibongkar, Polisi Selidiki Dugaan Kematian Tak Wajar

Misteri Hutan di Kutai Kartanagera, Pengunjung Bawa Cermin Agar Tak Disesatkan Mahluk Gaib

Senin, 26 April 2021 - 14:07:00 WIB
Misteri Hutan di Kutai Kartanagera, Pengunjung Bawa Cermin Agar Tak Disesatkan Mahluk Gaib
Hutan di Kutai Kartanagera (Foto: Sindonews/Tsabita)

KALIMANTAN TIMUR, iNews.id - Hutan di Kalimantan Timur (Kaltim) selalu menyimpan kisah-kisah misteri. Salah satunya hutan di Kutai Kartanegara yang konon membuat pengunjungnya tersesat jika berbicara sembarangan.

Kisah ini pun disampaikan Anton Suparto (48) warga Desa Genting Tanah, Kecamatan Kutai Kartanegara. Dia mengajak tim melihat hutan rawa gambut pada minggu lalu. 

Dalam perjalanan menggunakan perahu, suara deru mesin memecah keheningan Sungai Belayan, anak Sungai Mahakam. Tak berapa lama berselang, perahu kecil bermesin tempel memecah keheningan kawasan hutan hujan tropis dataran rendah itu.

Di depannya, sudah ada rekannya, Badri David (52), dengan perahu sejenis. Dua perahu kecil yang hanya bisa memuat tiga orang itu berjalan memecah ombak kecil sungai.

Sekitar 15 menit, perahu berbelok ke sungai yang lebih kecil. Lebarnya rata-rata hanya lima meter. Sungai tersebut bernama Sungai Luah Tanjung.

Anton dan Badri hendak membawa kami ke hutan rawa gambut yang kini sudah berstatus hutan desa. Perjalanan membutuhkan waktu sekira 45 menit untuk sampai ke hutan tersebut.

“Jangan berbicara aneh-aneh saat di hutan,” kata Anton kepada rombongan yang dibawanya.

Tak ada pertanyaan lanjutan sebab rasa khawatir lebih dulu muncul. Pikiran soal pesan tersebut sesegara mungkin ditepis karena perahu sudah memasuki pertengahan kawasan hutan.

Setelah sampai di hutan, Anton dan Badri mengajak berkeliling melihat kondisi hutan. Mereka berdua memang bertugas menjaga hutan tersebut dari ancaman perambahan, hingga kebakaran lahan.

“Kedalaman gambut di sini bisa mencapai 6 meter. Jika tidak hati-hati berjalan, kita bisa saja terperosok,” kata Anton mengingatkan.

Suasana hutan rawa gambut sangat terasa. Warga desa menjaganya dengan baik. Apalagi kini Anton ditunjuk sebagai Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Genting Tanah.

Tugas maha berat itu kini menjadi beban di pundaknya. Dia harus memastikan hutan desa digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran desa.

“Untuk mensejahterakan masyarakat karena hutan menjadi sumber ikan, sumber perkembangbiakan ikan,” kata Anton.

Di hutan ini kita bisa menemukan beragam tanaman endemik Kaltim. Tak hanya itu, jika beruntung, kita bisa menyaksikan aktivitas orangutan di habitat aslinya.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut