Pangdam Udayana Luncurkan Buku Mempolong Merenten Kisah Gempa Lombok

Tim iNews ยท Kamis, 29 April 2021 - 10:43:00 WIB
Pangdam Udayana Luncurkan Buku Mempolong Merenten Kisah Gempa Lombok
Pangdam Udayana Mayjen Maruli Simanjuntak menerima Buky Mempolong Marenten dari Danrem Lombok Brigjen Rizal (Foto: BNPB)

MATARAM, iNews.id -  Gempa bumi dahsyat yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat bulan Juli-Agustus 2018 tidak pernah terlupakan. Atas dasar itu buku berjudul "Mempolong-Merenten, Rehab Rekon Gempa Lombok" diterbitkan untuk mengingat bagaimana proses recovery pascagempa.

“Terlebih kita semua harus sadar, bahwa bencana yang terjadi adalah peristiwa berulang, maka apa pun dokumen, catatan tentang bencana niscaya akan sangat besar manfaatnya di kemudian hari,” ujar Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, saat meluncurkan buku “Mempolong Merenten” yang digelar di Hotel Killa Senggigi Lombok, Rabu (28/4/2021) malam.

Buku “Mempolong-Merenten, Rehab Rekon Gempa Lombok”, ditulis oleh Egy Massadiah - Roso Daras dan tim. Buku ini digagas Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, atas arahan dan dukungan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo.

Keterlibatan para prajurit TNI dalam ikut mempercepat pembangunan infrastruktur serta rumah tahan gempa di seantero wilayah terdampak, terbukti efektif dan bisa menjadi semacam role model pada penanganan pasca bencana di daerah lain. 

“Indonesia berada di wilayah Pacific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik) yaitu daerah yang sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Sekitar 90 persen dari gempa bumi yang terjadi, terjadi di sepanjang Cincin Api ini,” ucap Pangdam Maruli.

Mantan Dan Paspampres itu juga menambahkan, bahwa catatan peristiwa yang kemudian dibukukan, hingga menjadi bagian dari upaya mitigasi yang penting. Buku, pada galibnya merupakan jendela ilmu dan pintu pengetahuan.

Buku ini berisi 11 judul tulisan berisi aneka kisah yang belum pernah terungkap. Salah satunya adalah kisah perjalanan sekrup yang begitu penting bagi kelangsungan proses pendirian rumah tahan gempa di sana. Demi mengetahui kesulitan pengadaan sekrup khusus untuk pendirian pondasi rumah tahan gempa tadi, Letjen TNI Doni Monardo pun turun tangan. Melalui jaringannya, Doni mengirimkan ribuan sekrup dari Bandung ke Lombok.

Kisah itu menjadi prolog buku di bawah judul “Perjalanan Sang Sekrup”, dengan narasumber utama Kepala BNPB Doni Monardo. Judul-judul menarik lain di antaranya, “Risalah Kiamat Kecil”, “Cahaya di Ujung Terowongan”, “Pemolisian Bencana Plus-plus”, “Babak Belur tanpa Tentara”, “Zipur Bertempur dengan Waktu”, “Risha Dibangun, Sasak Disurvei”, “Odong-odong dan Film Warkop”, “Bonceng Jokowi ke Rumah Zohri”, “Gotong Royong Sampai Peliuk”, “Persit nan Gesit”, “Tabur Kata Terima Kasih”, dan “Hikmah Mempolong Merenten”.

Sebelum diluncurkan, panitia sempat menayangkan sebuah film pendek tentang gempa bumi Lombok 2018. Lalu disusul pengantar oleh Danrem Brighen Rizal Ramdhani. Tak ketinggalan, launching buku Mempolong-Merenteng makin bermakna dengan kehadiran dan sambutan dari Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2