Amaq Yoni yang digugat anak kandung gegara warisan (kanan) (Foto: iNews/Ramli Nurawang)
Ramli Nurawang

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Sidang perdana kasus anak gugat ayah kandung di Lombok Timur (Lotim) gegara perkara warisan ditunda, Kamis (20/8/2021). Majelis hakim menunda sidang karena penggugat tidak hadir dan hanya diwakili kuasa hukum. 

Dalam ruang sidang, Amaq Yoni yang digugat anak kandungnya didampingi sejumlah pengacara dan aktivis yang simpati dengan kasusnya. Mereka akan mengawal kakek tua ini dalam deretan persidagan nantinya.

Majelis hakim menyarankan untuk melakukan proses mediasi terlebih dahulu dan disepakati kuasa hukum penggugat dan tergugat. Namun, sayang saat proses mediasi, penggugat Inak Suhailin tidak hadir.

Dia hanya diwakili kuasa hukumnya.  Majelis hakim akhirnya memutuskan sidang ditunda hingga kamis pekan depan.

Kades Sembalun Bumbung, Sundardi yang ikut digugat anak Amaq Yoni mengatakan, dirinya memilih mediasi. 

"Kami minta mediasi saja. Ini supaya tidak ada yang dirugikan. Seterusnya hubungan anak dan ayah kembali harmonis," kata Sunardi.

Sementara kuasa hukum penggugat, Ramdan Sudiartha enggan memberikan komentar. Dia mengaku hanya menjalankan profesinya dan meminta awak media meminta informasi selanjutnya langsung ke rumah kliennya di Sembalun.

"Saya tidak bisa berkomentar. Lebih baik tanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Di sini saya hanya menjalan tugas," ucap Ramdan Sudiartha.

Sebelumnya, Amaq Yoni digugat anak kandungnya sendiri gara gara perkara tanah warisan 20 are. Kasus ini juga sempat viral di media sosial dan mengundang simpati dari sejumlah kalangan.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT