Niat Puasa Asyura, Lengkap Tulisan Arab, Arti, Hukum & Keutamaan

Kastolani · Jumat, 05 Agustus 2022 - 11:45:00 WIB
Niat Puasa Asyura, Lengkap Tulisan Arab, Arti, Hukum & Keutamaan
Bacaan niat puasa asyura 10 Muharram 1444 H yang jatuh pada hari Senin, 8 Agustus 2022.( Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Puasa Asyura 10 Muharram merupakan salah satu puasa Sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan Muslim. Lantas, bagaimana bacaan niat puasa Asyura?

Puasa Asyura ini dikerjakan tiap tanggal 10 Bulan Muharram. Tahun ini, puasa asyura jatuh pada hari Senin, 8 Agustus 2022.

Niat Puasa Asyura

Niat puasa sunnah seperti halnya puasa Asyura sebaiknya dilakukan malam hari berbarengan dengan makan sahur karena mengandung keberkahan.

Namun, boleh juga membaca niat puasa di pagi hari jika terlupa atau terlewat hingga pagi hari selagi belum menyantap makanan maupun minum.

Niat puasa Asyura harus ditanamkan dalam hati dan boleh dilafalkan untuk memantapkan amal ibadah yang akan dilakukan dan menyelaraskan lisan dengan hati.

Ustadz Isnan Anshory MA dari Rumah Fiqih Indonesia menjelaskan, dalam fiqih niat itu harus sudah terpasang sejak semalam, batas paling akhirnya ketika fajar shubuh hampir terbit.

Namun para ulama sepakat bahwa ketentuan untuk berniat sejak sebelum terbitnya fajar hanya berlaku untuk puasa yang hukumnya fardhu, seperti puasa Ramadhan, puasa qadha’ Ramadhan, puasa nadzar dan puasa kaffarah.

Sedangkan untuk puasa yang bukan fardhu atau puasa sunnah, para ulama sepakat tidak mensyaratkan niat sebelum terbit fajar. Jadi boleh berniat puasa meski telah siang hari asal belum makan, minum atau mengerjakan sesuatu yang membatalkan puasa.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika masuk ke rumah istrinya dan berniat untuk makan, namun ternyata tidak ada sesuatu yang bisa dimakan. Maka kemudian Rasulullah SAW spontan berniat untuk melakukan puasa.

دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ ذَاتَ يَوْمٍ فقال: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ غَدَاء؟ فقُالْنَا: لاَ. قَالَ: فَإِنيِّ إِذاً صَائِم

"Dari Aisyah radhiyallahuanha berkata bahwa Rasulullah SAW datang kepadaku pada suatu hari dan bertanya, “Apakah kamu punya makanan?”. Aku menjawab, ”Tidak”. Beliau lalu berkata, ”Kalau begitu aku berpuasa”. (HR. Muslim)

Para ulama menyimpulkan bahwa puasa ini adalah puasa sunnah dan bukan puasa wajib. Sebab kalau seandainya puasa ini puasa wajib, tentunya Rasulullah SAW tidak mungkin siang-siang datang ke rumah istri Nabi SAW sambil berniat untuk makan di siang hari.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: