Pemkot Klaim Capaian Vaksinasi Lansia di Kupang Tinggi

Antara ยท Kamis, 13 Januari 2022 - 13:16:00 WIB
Pemkot Klaim Capaian Vaksinasi Lansia di Kupang Tinggi
Seorang lansia menerima vaksinasi Covid-19. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KUPANG, iNews.id – Sebanyak 15.283 orang lanjut usia (lansia) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah mendapat vaksinasi dosis pertama Covid-19. Pemerintah Kota Kupang mengklaim ini merupakan capaian yang tergolong tinggi.

"Capaian vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lansia di kota Kupang termasuk tinggi, mencapai 15.283 orang atau 66,04 persen," kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest Ludji, Kamis (13/1/2022).

Pemberian vaksinasi kepada lansia masih terus dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kupang. Lansia dinilai  merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19.

Sementara untuk warga lansia yang telah menerima vaksinasi dosis kedua, hingga saat ini sudah menyentuh 12.698 orang atau 54,87 persen.

"Petugas kesehatan masih terus melakukan vaksinasi bagi para lansia baik untuk vaksinasi Covid-19 baik untuk dosis pertama maupun kedua," ujar Ernest.

Menurut Ernest, salah satu kendala dalam vaksinasi untuk kelompok lansia adalah kesulitan transportasi. Mereka sulit mendatangi baik puskesmas maupun rumah sakit untuk melakukan vaksinasi.

"Guna membantu para lansia ini, maka Pemerintah Kota Kupang telah mendorong puskesmas-puskemas untuk melakukan vaksinasi langsung di kelurahan sehingga para lansia yang kesulitan transportasi bisa dibantu," katanya.

Ernest berharap warga lansia yang belum melakukan vaksinasi baik untuk dosis pertama maupun kedua agar segera melakukan vaksinasi yang dilakukan di setiap kantor kelurahan sehingga tidak mudah terpapar Covid-19.

"Pemerintah Kota Kupang sudah memberikan kemudahan tentu kita harapkan bisa dimanfaatkan para lansia untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di kelurahan. Pemerintah juga sudah mendorong camat dan lurah serta ketua RT/RW untuk membantu mengingatkan para lansia yang belum divaksinasi untuk segera melakukan vaksin," kata Ernest.

Editor : Reza Fajri

Bagikan Artikel: