Pencopet di Sirkuit Mandalika Ternyata Kelas Internasional, Beraksi hingga Singapura

Edy Gustan · Selasa, 23 November 2021 - 13:15:00 WIB
Pencopet di Sirkuit Mandalika Ternyata Kelas Internasional, Beraksi hingga Singapura
Dir Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata (kiri) memperlihatkan barang bukti pencopet kelas internasional (Foto: iNews/Edy Gustan)

MATARAM, iNews.id - Komplotan pencopet yang ditangkap di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata kelas internasional. Mereka bahkan kerap beraksi di Malaysia hingga Singapura.

Komplotan pencopet handphone itu merupakan satu keluarga terdiri atas ibu, bapak dan anak. Satu keluarga itu berinsial DC (45) sebagai bapak, LO (41) sebagai ibu, dan DS (24) sebagai anak. Ketiganya merupakan warga Jalan Mandor  I Nomor 9, Pasar Baru  Sawah Besar, Jakarta Pusat. Sementara satu lagi AW (34) warga Tanah Tinggi Sawah nomor Nomor 15 A, Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Hal itu terungkap saat Reskrimum Polda NTB  menggelar konfrensi pers di Mapolda NTB Selasa, (23/11/2021). Polisi meringkus DC di geat 3 Sirkuit Mandalika pada (21/11/2021). Selanjutnya, polisi memblokade pintu keluar Pulau Lombok dan berhasil menangkap tiga lainnya yakni LO, AW, dan DS.

Dir Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata mengatakan pihaknya juga meringkus empat orang lainnya di kapal Ferry sehingga jumlahnya delapan orang. Hanya saja, polisi masih mendalami empat lainnya. Empat orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
 
“Sementara empat lainnya masih didalami apa perannya. Mereka ditangkap di Kapal Ferry dalam waktu berbeda,” ujarnya.

Dijelaskan, keempat orang itu bekerja terstruktur rapi dengan peran masing-masing. LO bertugas mengalihkan perhatian korbannya dengan cara mengajak bicara, DS juga ikut mengalihkan perhatian korban, sementara LO menjalankan aksinya mengambil HP korban.

Selanjutnya barang curian itu dioper ke AW dan dioper ke DS untuk mematikan HP curian.

“Mereka beroperasi antar negara yakni di Malaysia dan Singapura. Sirkuit Sepang, dan Makau. Bahkan di Batam sudah 50 kali menjambret,” ucap Brata.

Tidak hanya itu, mereka juga akan mengundang copet dari Malaysia, Turki, Thailand, Singapura, dan Filipina saat MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika. Pada Minggu, (21/11) komplotan ini mencopet HP milik I Wayan Manik Kurniati warga Ampenan dan Budiono warga Surabaya, Jawa Timur.

Saat itu, korban baru tiba di Sirkuit Mandalika dan langsung menuju stand makanan untuk membeli makan di Gate 3. Sempat berdesakan dengan sejumlah orang.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: