Proses Land Clearing Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika Berjalan Kondusif

Nani Suherni ยท Senin, 11 Januari 2021 - 08:46:00 WIB
Proses Land Clearing Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika Berjalan Kondusif
Proses land clearing tahap III lahan sirkuit MotoGP Mandalika kembali dilanjutkan Minggu (10/1/2021). (Foto: Dok Polda NTB)

MATARAM, iNews.id - Proses land clearing tahap III lahan sirkuit Moto Gp Mandalika kembali dilanjutkan Minggu (10/1/2021). Objek lahan yang mulai dilakukan land clearing terletak di area tikungan 8 dan 9, Jalan Kawsan Khusus (JKK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

“Pelaksanaan land clearing berjalan lancar, kondusif, meskipun ada yang protes, namun bisa dijelaskan kepada warga, sehingga pelaksanaan land clearing tetap berjalan lancar. Personil yang kami terjunkan sebagian besar dari Polwan, sebagai upaya untuk mengedepankan pengamanan agar berjalan kondusif,” kata Kabidhumas Polda NTB Kombes Pol Artanto di area KEK Mandalika yang dikutip dari website remsi Polda NTB, Senin (11/1/2021).

Di tempat yang sama, Kombes Pol Awan Hariono, Ketua Tim Taktis Teknis Penyelesaian Sirkuit Mandalika memaparkan, selama ini, ITDC bersama Forkopimda NTB melakukan berbagai upaya menyelesaikan berbagai persoalan untuk percepatan pembangunan KEK Mandalika. Satu per satu keberatan warga serta adanya rekomendasi Komnas HAM ditindaklanjuti sebagai bentuk keseriusan dalam upaya penyelesaian.

“Kami tidak hanya berdialog, tetapi juga melakukan beragam fasilitasi, sesuai yang diinginkan warga,” ucap Awan.

Menurutnya, atas berbagai reaksi warga, tim tetap memprioritaskan edukasi kepada warga agar memiliki pemahaman atas lahan yang diadukan dan agar proses pembangunan KEK Mandalika yang menjadi destinasi prioritas berjalan lancar sesuai target pemerintah.

Termasuk terhadap pihak Sibawaih ahli waris Amaq Semin yang masih mengklaim dan menduduki lahan HPL 73 ITDC. Dia pun mengungkapkan soal keinginan pihak Sibawaih untuk melakukan proses ukur ulang, sudah pernah dilaksanakan oleh BPN. Bahkan, Sibawaih selaku ahli waris menunjukkan langsung batas-batas lahan yang diklaim. Proses ini disaksikan langsung oleh perwakilan Komnas HAM.

“Dari hasil rekonstruksi tata batas ini, tidak ditemukan perbedaan luas lahan ataupun lahan sisa yang belum dibebaskan, seperti yang selama ini diklaim pihak Sibawaih,” ucapnya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2