Pulihkan Trauma Pascabanjir, Danrem 162 WB Hibur Anak-Anak di Bima

Edy Irawan · Jumat, 09 April 2021 - 13:42:00 WIB
Pulihkan Trauma Pascabanjir, Danrem 162 WB Hibur Anak-Anak di Bima
Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani memberikan trauma healing dengan menghibur anak anak dan warga korban bencana banjir bandang di Bima, NTB, Jumat (9/4/2021). (Foto: iNews/Edy Irawan) 

BIMA, iNews.id - Banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan trauma bagi warga, terutama anak-anak. Danrem 162/Wira Bhakti (WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani turun tangan memberikan trauma healing kepada warga agar bisa bangkit pascabencana tersebut, Jumat (9/4/2021). 

Trauma healing dilakukan pertama kali oleh Danrem di lapangan Desa Tangga, Kecamatan Monta dan di Masjid Desa Bolo, Kecamatan Madapangga. Danrem 162 menghibur anak-anak di dua desa tersebut di hadapan warga dan anggota TNI lainnya. Kegiatan itu diharapkan bisa mengembalikan semangat hidup dan tidak berlarut-larut memikirkan dampak banjir yang baru-baru ini merendam rumah mereka. 

Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, salah satu upaya paling efektif untuk menyembuhkan rasa trauma kepada warga korban bencana dengan cara menghibur. Karena itu, dia sengaja menghibur anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) supaya tak hanya orang tua mereka saja yang pikirannya kembali normal pascaditimpa bencana. 

"Trauma healing kami fokuskan kepada anak-anak karena memorinya sangat kuat apabila pernah trauma dalam benak dan hati mereka. Alhamdulillah anak-anak di Desa Tangga dan Desa Bolo telah kami berikan pembelajaran dengan bernyanyi bersama, mengaji, lalu menghibur mereka dengan hadiah," kata jenderal bintang satu tersebut. 

Rizal memastikan, jika trauma healing terus dilakukan oleh sejumlah elemen lain dengan cara-cara menghibur, tentu anak-anak akan sembuh dari traumanya. 

Dia menambahkan, dari pengalamannya saat menangani pascabencana yang pernah terjadi sebelumnya, trauma healing merupakan langkah terbaik untuk mengembalikan kondisi korban yang terpuruk. Hal ini berlaku bagi orang dewasa dan dan anak-anak yang dilanda bencana. 

"Tentu dalam hal ini pula, disertai dengan memberikan bantuan-bantuan lainnya agar para korban bisa terlepas dari beban yang cukup berat," katanya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2