get app
inews
Aa Text
Read Next : Pameran Seni MULAK Rotua Magdalena Pardede: Pulang ke Akar Budaya Batak

7 Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah yang Sarat Akan Makna

Senin, 12 September 2022 - 13:59:00 WIB
7 Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah yang Sarat Akan Makna
Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah, Kain Ulos (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Kain tenun khas Indonesia dari berbagai daerah memiliki keindahan dan pesonanya masing-masing. Bahkan beberapa di antaranya sudah mendunia. 

Tak hanya mengandung nilai estetika yang tinggi, kain tenun khas Indonesia dari berbagai daerah ini sarat akan makna. 

Berikut Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah

Kain Songket Minangkabau

Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah, Kain Songket Minangkabau (Foto: Antara)
Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah, Kain Songket Minangkabau (Foto: Antara)

Kain tenun yang paling terkenal yaitu Songket. Songket Minangkabau menjadi bagian erat dari acara-acara adat. Konon, Songket diciptakan sebagai alat ekspresi yang mana perasaannya tertuang dalam setiap tenunan Songket. Maka dari itu, Songket Minangkabau memiliki makna yang berbeda-beda. 

Motif-motif Songket Minangkabau tercipta dalam wujud simbol alam, terutama tumbuhan. Motif Songket Minangkabau di antaranya, Kaluak paku (pakis) yang menyiratkan pentingnya bersikap introspeksi, motif pacuak rabuang (bambu) menyiratkan semakin tua dan berpengalaman hendaknya semakin bermanfaat. 

Sementara motif bungo antimun (mentimun) tersirat bahwa jika melakukan sesuatu harus sistematis. Kemudian motif ilalang rabah (rebah) menyiratkan bahwa tidak selamanya orang lemah menyerah pada penindasan. 

Dua motif paling terkenal dari Songket Minangkabau yakni Kaluak Paku dan Pucuak Rabung. Kedua motif ini memiliki makna yang mendalam. Kaluak Paku memiliki makna introspeksi diri sebelum menilai orang lain. Dan Pucuak Rabung memiliki  makna semakin tua dan berpengalaman hendaknya semakin bermanfaat.

Kain Songket Palembang

Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah selanjutnya yakni Songket Minangkabau, Palembang juga memiliki Songket sebagai kebudayaan. Sebagai kain yang telah diwariskan turun temurun, kain Songket Palembang juga kaya akan makna. Makna yang filosofis terkandung dalam Songket Palembang, yaitu melambangkan kemakmuran, kejayaan, dan keberanian.

Songket Palembang terdiri dari beberapa jenis, yaitu Songket Lepus, Songket Tabur, Songket Bunga, Songket Limar, Songket Tretes, dan Songket Rempak.

Kain Ulos

Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah, Kain Ulos (Foto: Antara)
Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah, Kain Ulos (Foto: Antara)

Kain Tenun Khas Indonesia berikutnya berasal dari suku Batak. Kain Ulos biasa menggunakan benang kapas yang telah diwarnai. Proses pembuatan Kain Ulos memerlukan waktu lama dan dengan pembuatan yang unik. Tak heran, banyak sekali wisatawan yang ingin menyaksikan langsung pembuatan kain ini. Biasanya Kain Ulos dapat kamu temukan di Desa Tongging, Desa Paropo dan Desa Silalahi.

Seperti kain tenun lain, Kain Ulos juga memiliki beragam jenis. Jenis kain yang pertama, Kain Ulos Sibolang. Kain Ulos jenis ini yang banyak digunakan. Kain Ulos Sibolang berwarna biru tanpa pola mata panah. Ulos ini biasanya digunakan sebagai sarung atau selendang.

Jenis kedua dari Kain Ulos, yaitu Ulos Ragi Hotang, merupakan kain yang memiliki tepi lebar dan berjumbai. Jenis Kain Ulos ini biasa digunakan pada acara pernikahan adat, karena menyimbolkan kasih sayang.

Selanjutnya, Kain Ulos Ragi Hidup. Kain ini biasanya hanya digunakan laki-laki. Namun, seorang janda juga dapat menggunakan Ulos jenis ini di beberapa upacara tertentu. Kain jenis ini memiliki motif yang unik, yaitu dua strip bidang pada bagian atas dan bawah, serta tersedia beragam warna yang indah.

Kain Tenun Sasak

Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah ada Kain Tenun Sasak yang berasal dari Lombok ini tak kalah indah dari kain tenun lainnya. Pasalnya, kain ini sangat berkaitan erat dengan suku Sasak. Nama Sasak dalam kain ini juga disebut sebagai sèsèk, yang artinya “sesak”, karena cara menenun kain yaitu dengan memasukan benang satu persatu yang disebut sak sak, hingga benang sesak dan padat.

Umumnya, kain tenun ini masih digunakan oleh perempuan di suku Sasak dalam kehidupan sehari-hari. Ragam motif Tenun Sasak dipengaruhi agama yang dianut. Sebelum Islam masuk dalam suku tersebut, motif kain tenun didominasi bentuk tumpul atau pucuk rebung sebagai perwujudan Dewi Sri yang mana menjadi dewi kemakmuran. Setelah islam masuk, motif tumbuhan, seperti sulur, pucuk rebung, pohon hayat, dan bunga bersusun mendominasi kain ini. 

Para pengrajin Tenun Sasak yang kebanyakan perempuan ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan kain ini. Dengan tekstur yang tebal, tidak mudah kusut dan luntur, kain ini tak hanya indah, tapi memiliki kualitas yang sangat baik.

Kain Gringsing

Kain Gringsing, menjadi salah satu warisan budaya kuno Bali yang masih lestari sampai saat ini. Kain yang berasal dari Desa Tenganan ini berasal dari kata ‘gring’ yang artinya sakit dan ‘sing’ yang artinya tidak, maka kain ini dimaknai sebagai kain magis yang membuat pemakainya terhindar dari kesialan.

Fakta menariknya, Kain Gringsing merupakan satu-satunya tenun ikat ganda yang berasal dari Indonesia. Kain ini masih digunakan dalam upacara keagamaan oleh masyarakat Tenganan Bali hingga hari ini. Dengan proses pembuatannya yang cukup sulit dan lama, bahan yang digunakan dalam pembuatan kain ini juga sangat terbatas. Maka dari itu kain ini dijual dengan harga yang cukup mahal.

Kain Lurik

Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah, Kain Lurik (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah, Kain Lurik (Foto: iNews.id/Kuntadi)

 

Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah ada Kain Lurik yang berasal dari Yogyakarta ini bermakna unik dengan tampilan yang menarik. Kata ‘lurik’ sendiri berasal dari bahasa Jawa ‘lorek’, yang berarti garis-garis, yang mana merupakan lambang kesederhanaan. 

Kain ini awalnya berbentuk selendang yang digunakan sebagai kemben atau alat menggendong. Namun, seiring berkembangnya waktu, Kain Lurik digunakan sebagai pakaian pria maupun wanita seperti beskap dan jarik atau kebaya. 

Pada dasarnya kain ini hanya bermotif garis-garis. Namun ada tiga motif garis dasar yaitu, Motif Lajuran dengan corak garis-garis panjang searah dengan helai kain, Motif Pakan Malang yang memiliki garis lebar, dan Motif Cacahan dengan corak kecil-kecil.

Kain ini serat akan makna filosofi dan berhubungan erat dengan kepercayaan. Ada corak yang dianggap sakral dan dijadikan sumber nasihat dan petunjuk. Lurik Gedog Madu contohnya, lurik ini biasanya digunakan dalam upacara adat mitoni ataupun siraman.

Kain Kanekes

Kain Kanekes yang berasal dari suku Kanekes, di pedalaman Provinsi Banten, merupakan wujud dari ketaatan yang dilakukan para perempuan terhadap adat turun temurun. Kain ini sangat unik dan memiliki nilai kearifan lokal yang kuat, karena itu kain ini menjadi ciri khas masyarakat Kanekes.

Tenun masyarakat Kanekes diyakini mengungkapkan estetika dari alam sekitar pegunungan Kendeng. Dengan corak yang mencerminkan kehidupan dan adat istiadat, kain ini diproduksi dengan ragam hias yang mencerminkan filosofi hidup.

Dalam masyarakat Kanekes Luar (Baduy Luar), kain ini dihasilkan dengan warna hitam dan biru tua yang sangat mendominasi. Sedangkan untuk masyarakat Kanekes Dalam (Baduy Dalam), kain ini didominasi dengan warna putih, yang diyakini memiliki arti suci sekaligus aturan yang belum terpengaruh budaya luar.

Itulah deretan kain tenun khas Indonesia dari berbagai daerah yang dirangkum iNews.id dari berbagai sumber.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut