Kisah Polisi asal NTB Berjuang agar Lolos Seleksi Pasukan Perdamaian di Afrika Tengah

Antara · Jumat, 20 Mei 2022 - 14:20:00 WIB
Kisah Polisi asal NTB Berjuang agar Lolos Seleksi Pasukan Perdamaian di Afrika Tengah
Anggota Brimob Polda NTB Aipda Lalu Romi H. Putra bersama dua anak Afrika ketika menjalani misi perdamaian dunia di Bungai, Afrika Tengah, Rabu (18/5/2022). (Foto: Dok Polda NTB)

MATARAM, iNews.id - Salah seorang anggota Brimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Aipda Lalu Romi H Putra berbagi cerita pengalamannya saat mengikuti misi perdamaian dunia di Bangui, Ibu Kota Republik Afrika Tengah.

Lalu Romi menceritakan pengalamannya mulai dari tahap perekrutan, pelatihan, hingga ketika menjalani tugas perdamaian dunia di Bangui, dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Jumat (20/5/2022).

"Proses saya bergabung dalam misi perdamaian dunia ini diawali dengan seleksi ketat di tahun 2020," kata Lalu Romi.

Pria asal Kampung Srigangge, Kelurahan Tiwu Galih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah itu menceritakan dirinya menjalani proses seleksi selama satu bulan di Mabes Polri, Jakarta.

Dalam proses seleksi tersebut, dia bersaing dengan anggota Polri dari seluruh Indonesia. Seleksi yang dijalani Lalu Romi mulai dari tahap administrasi, tes kesehatan, jasmani, psikologi, menembak, mengemudi, kemampuan komputer, hingga tes Bahasa Inggris.

"Alhamdulillah semua tahapan seleksi bisa saya jalani dan dinyatakan lulus," katanya.

Setelah dinyatakan lulus tes, Lalu Romi kemudian menjalani Latihan Pra Tugas (Latpragas) di Pusat Latihan Misi Perdamaian Dunia di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Pelatihan itu diselenggarakan oleh Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri selama enam bulan, sejak April hingga September 2021.

"Di sana kami diberikan pelatihan dan pengetahuan, baik secara teori maupun praktik, tentang tugas pokok dalam melaksanakan misi perdamaian dunia," ucap dia.

Berbagai latihan yang diperoleh Lalu Romi selama pelatihan di Serpong antara lain Escort (pengawalan VVIP), Riot Control (penanganan demonstrasi), CQB (pertempuran jarak dekat/dalam ruangan), Urban Warfare (perang kota), Jungle Warfare (perang hutan), pengamanan markas komando, patroli, bela diri, dan menembak.

"Selain itu, kami juga dibekali kemampuan bahasa Inggris, bahasa Prancis, serta pengetahuan dasar wilayah Afrika Tengah, termasuk pengetahuan soal latar belakang konflik bersenjata maupun budaya dan sosial di sana," katanya.

Pelatihan selama enam bulan itu ditutup dengan kegiatan pembulatan, yaitu Jalan Juang di Pulau Tegal Mas, Lampung. Dalam kegiatan tersebut, Lalu Romi bersama personel Polri lain melakukan perjalanan jauh dengan jarak sekitar 40 kilometer.

"Setelah selesai, untuk menandai bahwa kami sudah resmi menjadi pasukan perdamaian, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menggelar upacara pembaretan United Nation (UN), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menandakan kami sah menjadi peacekepeer," katanya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: